Bali Future Lab Ajarkan Cara Menggunakan AI dengan Benar dalam Dunia Bisnis
Peserta Dilatih Membangun Pola Pikir dan Menyusun Prompt yang Tepat

DENPASAR, MataDewata.com | Bali Future Lab 2026 membekali para peserta dengan keterampilan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara tepat guna mendukung pengembangan dunia bisnis. Melalui rangkaian workshop yang digelar, peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai cara membangun pola pikir dan menyusun prompt (perintah) agar AI menghasilkan informasi akurat bagi kebutuhan usaha.
CMO sekaligus Head of Business Development iPaymu, Silvia Ratna Ariani, usai membuka acara di BIM University, Denpasar, Kamis (9/7/2026), menegaskan bahwa tantangan utama adopsi AI saat ini terletak pada kemampuan pengguna dalam memberikan perintah yang efektif. Menurutnya, implementasi teknologi AI sebenarnya sudah sangat dekat dengan keseharian masyarakat melalui telepon genggam.
“Adopsi AI di semua industri tidak terganjal karena sudah tersedia di handphone kita. Mungkin yang masih perlu dipahami adalah pembuatan prompt atau perintah untuk mendapatkan saran yang tepat bagi bisnis,” ujar Silvia.
Workshop Bali Future Lab dirancang khusus untuk mengajarkan keterampilan praktis menggunakan AI sebagai alat pendukung operasional bisnis. Silvia menekankan bahwa peserta dilatih untuk tidak sekadar mengajukan pertanyaan sederhana, melainkan membangun pola pikir strategis dalam berinteraksi dengan AI untuk pengembangan usaha.
Penggunaan AI saat ini tergolong sangat mudah melalui berbagai platform seperti ChatGPT atau Claude yang dapat diakses kapan saja. Namun, Silvia mengingatkan bahwa teknologi ini ibarat pedang bermata dua yang harus digunakan secara bijak.
“Jangan sampai AI malah menjerumuskan kita. Jika digunakan dengan benar, AI adalah fasilitator agar kita lebih maju dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dunia,” terangnya.
Silvia juga menekankan pentingnya kemampuan memfilter informasi agar data yang dihasilkan AI tetap valid. Melalui keterampilan yang diajarkan dalam workshop, diharapkan pengguna dapat mengoptimalkan AI untuk menghasilkan informasi yang berkualitas serta terhindar dari kekeliruan data. On-MD



