Perkuat Jiwa Kepemimpinan, Paskibraka Badung Kunjungi IPDN dan BPIP RI

JAKARTA, MataDewata.com | Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Badung angkatan tahun 2025 melaksanakan studi kebangsaan dan kepemimpinan ke dua lembaga nasional di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Dua instansi strategis yang menjadi tujuan utama dalam kunjungan ini adalah Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jakarta dan Kantor Pusat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Turut mendampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa beserta jajaran.
Saat mengunjungi Kampus IPDN Jakarta, rombongan diterima secara resmi oleh Direktur Sekolah Pascasarjana IPDN, Drs. Muhadam Labolo. Pertemuan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab seputar jiwa kepemimpinan, semangat pengabdian kepada negara, hingga tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa kehadiran generasi muda pilihan Kabupaten Badung ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran mendalam tentang arti penting kepemimpinan yang siap mengabdi dan ditempa dalam kedisiplinan.
“IPDN adalah tempat lahirnya kader pemerintahan yang kokoh. Semangat inilah yang ingin kami wariskan kepada anak-anak Paskibraka Badung,” ujar Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh Prof. Muhadam Labolo. Ia berpesan kepada para anggota Paskibraka agar senantiasa memperteguh persatuan demi kepentingan rakyat banyak. “Kalian adalah simbol kebangkitan dan kesetiaan bangsa, pewaris harapan negeri,” tegasnya.
Usai dari IPDN, rombongan melanjutkan agenda ke Kantor Pusat BPIP RI. Di sana, mereka diterima langsung oleh Sekretaris Dewan Pengarah BPIP RI, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, yang juga merupakan tokoh asli kelahiran Kabupaten Badung, Bali.
Dalam arahannya, Wisnu Bawa Tenaya mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila harus senantiasa hidup di dalam dada dan dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi simbol seremonial saat upacara kenegaraan.
“Kalian sebagai Paskibraka memiliki tanggung jawab ganda. Tidak hanya mengibarkan bendera, melainkan juga mengibarkan semangat Pancasila di tengah masyarakat,” pungkas purnawirawan jenderal bintang dua tersebut.
Menanggapi arahan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa berharap pemahaman utuh mengenai Pancasila sebagai perekat keberagaman dapat dibawa pulang dan diterapkan di daerah asal. Kunjungan penuh makna ini diharapkan mampu melahirkan calon-calon pemimpin masa depan Kabupaten Badung yang berkarakter kuat, berintegritas tinggi, serta siap menjadi pelopor persatuan di tengah masyarakat. Hb-MD



