Pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani Berlanjut, Titik 9 dan 10 Mulai Digarap
Tingkatkan Konektivitas Bali Selatan-Utara, Pangkas 58 Tikungan Jadi 21

BULELENG, MataDewata.com | Proyek strategis Pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani resmi dilanjutkan untuk pengerjaan Titik 9 dan Titik 10. Pelaksanaan fisik proyek penyeimbang infrastruktur Bali Selatan dan Bali Utara tersebut ditandai dengan prosesi upacara adat Ngeruak serta groundbreaking (peletakan batu pertama) yang dipimpin langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan groundbreaking ini turut dihadiri oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, serta Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat.
Kehadiran lintas pejabat pusat dan daerah ini menegaskan penguatan sinergi percepatan proyek vital penunjang keterhubungan antarwilayah di Bali.
Gubernur Wayan Koster menegaskan, jalur shortcut ini merupakan infrastruktur krusial yang sangat dinantikanΒ masyarakat Bali untuk memotong ketimpangan pembangunan daerah. Kehadiran akses jalan baru ini diyakini akan memberi dampak multiplier pada berbagai sektor penggerak ekonomi, mulai dari kelancaran arus transportasi, pemerataan pariwisata, hingga distribusi logistik di wilayah Bali Utara.
“Proyek ini sangat diperlukan oleh masyarakat Bali, khususnya sebagai penghubung Bali Selatan dengan Bali Utara. Berbagai sektor akan mendapatkan manfaatnya, seperti transportasi, pariwisata, dan sektor lainnya. Ini proyek strategis, saya awasi terus pengerjaannya,” tegas Gubernur asal Sembiran, Buleleng tersebut.
Ia menambahkan bahwa Pemprov Bali berkomitmen penuh mempercepat proses pembebasan lahan melalui kolaborasi intensif bersama Kementerian Pekerjaan Umum.
Sementara itu, Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat, memaparkan secara teknis keunggulan kelaikan jalan pada Titik 9 dan 10.
Menurutnya, pembangunan shortcut ini secara signifikan meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan memangkas jumlah tikungan tajam dari 58 titik menjadi hanya 21 titik, serta menurunkan tingkat kelandaian jalan ekstrem dari yang sebelumnya mencapai 27 persen menjadi maksimal 10 persen. Bl-MD



