Bupati Tinjau Kesiapan Operasional RSUD Giri Asih Harapkan Jadi RS Rujukan Terbaik
Perkuat Layanan Kesehatan dan Medical Tourism Badung

BADUNG, MataDewata.com | Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana dan anggota Ni Luh Putu Sekarini beserta sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah meninjau kesiapan operasional RSUD Giri Asih di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (5/5/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan RSUD secara keseluruhan, mulai dari sarana prasarana, alat-alat kesehatan, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Usai peninjauan, Bupati Adi Arnawa menjelaskan bahwa per 30 April 2026, izin operasional RSUD Giri Asih resmi terbit setelah melewati proses Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Saat ini, rumah sakit sudah mulai beroperasi namun terbatas pada layanan emergency dan belum dapat melayani pasien BPJS.

Dalam tiga bulan ke depan, pihak RSUD bersama Dinas Kesehatan (Diskes) akan berproses mendapatkan Akreditasi agar pada bulan Oktober mendatang dapat bekerja sama dengan BPJS secara penuh. Selain itu, bagi masyarakat Badung, telah dirancang layanan Manfaat Tambahan Nak Badung Sehat melalui Dinas Kesehatan.
“Secara teknis rumah sakit sudah siap. Dalam tiga bulan ke depan akan dilakukan proses akreditasi yang dilanjutkan kerja sama dengan BPJS, termasuk juga di RSUD Suwiti yang di Petang,” terang Bupati Adi Arnawa.
Bupati menekankan kepada jajaran RSUD Giri Asih, mulai dari Direktur hingga tenaga medis, agar memberikan pelayanan terbaik demi meminimalisir pengaduan masyarakat terkait fasilitas maupun keramah-tamahan. Ia berharap rumah sakit baru ini mampu menjadi rujukan terbaik di Bali, bahkan mencapai standar internasional. Mengingat Badung sebagai daerah pariwisata, layanan kesehatan yang mumpuni juga diharapkan mendukung sektor medical tourism.

“Direktur dan jajarannya agar fokus. Apabila ada hal-hal yang perlu dipersiapkan, silakan koordinasi dengan Kadiskes, tentu saya akan siap mensuport. Ke depan kami akan mengembangkan rumah sakit ini sebagai bagian dari master plan,” imbuhnya.
Direktur RSUD Giri Asih, dr. Ni Luh Ketut Ayu Ratnawati, menyatakan kesiapan jajarannya dalam melayani pasien, didukung oleh SDM, alat kesehatan, dan anggaran yang memadai. RSUD Tipe C ini akan fokus mengumpulkan data layanan rawat inap, IGD, dan operasi selama tiga bulan awal sebagai syarat pengajuan akreditasi guna mempercepat kerja sama dengan BPJS. Hb-MD



