ITDC Dorong Eco Market Jadi Gerakan Ekonomi dan Peduli Lingkungan

BADUNG, MataDewata.com | InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mendorong pelaksanaan Nusa Dua Eco Market yang bekerjasama dengan Bank BRI, sebagai ruang yang membawa pesan dan semangat kepedulian terhadap lingkungan di Kawasan Pariwisata di Nusa Dua. Hal itu, menjadi bagian semangat penyelenggaraan Nusa Dua Eco Market bersama BRI.

Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan konsep Eco Market diharapkan terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“Yang paling penting, kita sama-sama menempuh yang namanya bahwa Eco Market itu adalah penting bukan hanya untuk hari ini, namun juga untuk masa depan, ujarnya saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan Nusa Dua Eco Market, Sabtu (8/8/2026).

Kepedulian terhadap lingkungan juga diterapkan melalui keterlibatan produk dari bahan daur ulang untuk dilibatkan selama pelaksanaan Nusa Dua Eco Market. “Makanya mungkin kalau bisa dilihat kita banyak menggunakan produk-produk daur ulang gitu ya untuk bisa dilibatkan di sini” ujarnya.

Baca juga :  Mengejar Ketertinggalan: Perjalanan Digital MD Suteja Menuju Otoritas Pengetahuan

Ia menegaskan, terkait lingkungan juga perlu disampaikan melalui edukasi sederhana kepada masyarakat untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.

“Sebisa mungkin kita bukan hanya menyampaikan, bukan hanya menyampaikan pesan tapi mengedukasi orang untuk cinta dengan termasuk kebersihan. Makanya mungkin bisa dilihat walaupun mungkin ini skala kecil, tapi kita bagaimana mengejar orang untuk membuang sampah pada tempat yang kesulitan” tegasnya.

Bagi ITDC, kebersihan bukan sekadar persoalan tampilan kawasan. Kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang ikut menentukan kenyamanan wisatawan selama berada di Nusa Dua.
“Karena harus diakui potensi okupansi yang cukup stabil di Nusa Dua sampai hari ini. Itu bukan hanya faktor masalah. hotel nya, tapi karena kebersihannya, keamanannya,” terangnya.

Baca juga :  Pelindo Sediakan Enam Hektare Lahan untuk PSEL Bali

Ia mengatakan, ITDC melakukan pemulihan ekosistem lingkungan membutuhkan waktu yang lama secara bertahap untuk memastikan pemulihan lingkungan secara menyeluruh. “Makanya sekarang kita lakukan proses rejuvenasi yang tidak kita lakukan hanya dalam waktu setahun, butuh waktu sampai 4-5 tahun secara bertahap, terangnya.

Pembenahan dan pemulihan lingkungan, diarahkan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan wisatawan. Namun, pengembangan kawasan Nusa Dua harus diisi dengan pameran UMKM dari masyarakat.

“Karena itu kita mau memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat. Bukan hanya infranya, tapi juga harus ada kontennya. Nah kontennya apa? Salah satunya adalah ini. Eco Market kemudian menjadi salah satu aktivitas yang mengisi ruang kawasan dengan kegiatan ekonomi masyarakat. Kita memberikan ruang kepada pelaku UMKM” paparnya.

Baca juga :  Pemerintah Kabupaten Tabanan Mengucapkan Selamat Merayakan Natal dan Sambut Tahun Baru

Troy mengatakan kegiatan serupa juga akan terus dilaksanakan dan dikembangkan melalui sejumlah agenda lain di kawasan Nusa Dua hingga akhir tahun.

“Ada kegiatan yang lain akan dilakukan tentunya akan banyak setelah ini sampai akhir tahun ada beberapa agenda yang akan dilakukan oleh Pak GM dan SBU Nusa Dua dan tentunya sebab punya market sendiri-sendiri jadi saya rasa ini kelihatan positif silahkan datang ke rumah kedua kita dukung kebangkitan ekonomi masyarakat dan itu sangat penting, kata Troy.

ITDC ingin pengembangan menghasilkan kawasan wisata yang menarik dan menghadirkan aktivitas yang memberi ruang bagi masyarakat, mendorong ekonomi lokal, sekaligus membangun kesadaran kolektif kepada masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button