DPRD Bali dan Forward Gali Strategi Percepatan Kendaraan Listrik di DKI Jakarta

Perkuat Transisi Energi Bersih

JAKARTA, MataDewata.com | Langkah percepatan penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) terus dimaksimalkan Pemerintah Provinsi Bali. Guna mengakselerasinya Sekretariat DPRD Provinsi Bali bersama Forum Wartawan DPRD Bali (Forward) menggelar studi tiru ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta, Selasa (7/7/2026). Langkah strategis ini bertujuan menggali formulasi regulasi, pengawasan, dan percepatan penggunaan KBLBB demi menekan emisi karbon.

Rombongan dipimpin oleh Sekretaris DPRD Bali, Ketut Nayaka, didampingi Kabag Persidangan dan Fasilitasi Fungsi DPRD Bali Gusti Agung Nyoman Alit Wikrama serta Kabag Umum I Kadek Putra Suantara. Kehadiran tim diterima langsung oleh Ketua Sub Kelompok Ketenagalistrikan Dinas TKTE DKI Jakarta, Nur Asih.

Baca juga :  Pelindo Cabang Labuan Bajo Layani Sandar KRI Banjarmasin 592

Ketut Nayaka menegaskan bahwa Bali sejatinya telah memiliki dasar hukum kuat melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor: 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih yang mengatur pemenuhan energi mandiri, ramah lingkungan, hingga kewajiban PLTS Atap. Namun, adopsi KBLBB di Bali dinilai masih pada tahap awal dengan mencatatkan 9.700 unit motor listrik dan 4.511 unit mobil listrik yang didominasi armada taksi.

“Populasi kendaraan listrik pribadi di Bali belum signifikan. Bahkan kendaraan dinas listrik baru dipakai oleh Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda. Kami datang untuk menimba strategi DKI Jakarta mulai dari regulasi, dampak PAD dari insentif pajak nol persen, efektivitas menekan polusi, hingga pengaruhnya terhadap kemacetan,” ungkap Nayaka.

Baca juga :  Bupati Klungkung Serahkan Kursi Roda dan Sembako bagi Warga

Menanggapi hal tersebut, Nur Asih memaparkan tren positif KBLBB di Jakarta yang telah melampaui 11 ribu unit mobil listrik dan 32 ribu unit motor listrik pada 2023. Pemprov DKI menggenjot elektrifikasi moda umum dengan menargetkan 500 bus listrik beroperasi pada 2025 sebagai bagian dari peta jalan 10.047 unit bus umum listrik pada 2030.

Baca juga :  Konsen Pelestarian Budaya, Bank BPD Bali Support Prosesi Tawur Tabuh Gentuh di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dan Pura Taman Beji Segara Rupek

Percepatan ekosistem Battery Electric Vehicle (BEV) Jakarta ini juga disokong kerja sama internasional melalui Project ENTREV (2022–2026) yang membangun infrastruktur pengisian daya di titik strategis seperti IRTI Monas, Lebak Bulus, Sabang, hingga Pulo Gebang.

Nur Asih menambahkan bahwa kunci keberhasilan transisi KBLBB terletak pada kesiapan infrastruktur, regulasi kendaraan dinas, serta edukasi perencanaan perjalanan bagi masyarakat. Ketut Nayaka mengapresiasi terobosan DKI Jakarta tersebut dan menegaskan siap menjadikannya referensi utama dalam menyusun regulasi kendaraan dinas listrik serta mempercepat adopsi energi bersih di Pulau Dewata. Hj-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button