Ekonomi

Kinerja Industri Jasa Keuangan Terjaga Stabil dan Semakin Menguat

Posisi Agustus 2023 di Provinsi Bali

DENPASAR, MataDewata.com | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara menilai kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Provinsi Bali posisi Agustus 2023 terjaga stabil dan terus menguat. Tercermin dari fungsi intermediasi yang berjalan baik serta didukung dengan risiko kredit yang terjaga.

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Kristrianti Puji Rahayu menyampaikan data sektor perbankan Agustus 2023 menunjukkan penyaluran kredit maupun penghimpunan DPK mengalami pertumbuhan. “Penyaluran kredit mencapai Rp102,00 triliun atau tumbuh 4,87 persen yoy lebih tinggi dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2,82 persen (Juli 2023: 4,39 persen yoy), terang Kristrianti Puji Rahayu di Denpasar, Selasa (24/10/2023).

Baca juga :  Kinerja Positif di Tengah Pandemi Jamkrida Bali Raup Laba Rp2,6 Miliar
Ik-MD-OJK//1/2023/fm

Lanjut menyampaikan penyaluran kredit Bank Umum di Bali sebesar Rp89,36 triliun atau tumbuh 4,91 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan posisi Juli 2023 yang sebesar 4,34 persen. Sementara itu, penyaluran kredit BPR posisi Agustus 2023 mencapai Rp12,64 triliun atau tumbuh 4,57 persen yoy, sedikit lebih rendah dibandingkan posisi Juli 2023 yang sebesar 4,78 persen.

Baca juga :  Cok Ace Ajak Masyarakat untuk Mengenal Ciri-Ciri Keaslian Rupiah

“Peningkatan penyaluran kredit secara yoy ini selaras dengan meningkatnya aktivitas pariwisata serta sektor pendukung pariwisata di Bali,” imbuhnya didampingi Direktur Pengawasan LJK OJK KR 8 Bali dan Nusa Tenggara, Ananda R. Mooy.

Ik-MD-OJK//2/2023/fm

Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit yoy didorong oleh peningkatan nominal kredit Investasi sebesar Rp2,82 triliun atau tumbuh 11,36 persen yoy (Juli 2023: 9,66 persen yoy). Tingginya pertumbuhan kredit investasi ini menggambarkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi di Bali.

Baca juga :  Otoritas Jasa Keuangan Perkuat Kolaborasi untuk UMKM “Go-Digital”

Berdasarkan sektornya, pertumbuhan kredit disumbangkan oleh peningkatan nominal penyaluran di Sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp1,20 triliun (tumbuh 5,14 persen yoy) serta Sektor Penerima Kredit Bukan Lapangan Usaha sebesar Rp600 miliar (tumbuh 3,82 persen yoy). Berdasarkan kategori debitur, sebesar 52,74 persen kredit di Bali disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan stabil sebesar 5,82 persen yoy (Juli 2023: 5,82 persen yoy). Sb-MD

Berita Terkait

Back to top button
Close