Pemkab Badung Kaji Terowongan Gatsu Barat Canggu

Atasi Macet Parah, Bupati Adi Arnawa Terima Audiensi Mitra STECS Singapura Bahas Rencana Pembangunan Terowongan Bawah Tanah

BADUNG, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten Badung mendalami rencana pembangunan infrastruktur terowongan bawah tanah sebagai alternatif solusi mengurai kepadatan lalu lintas pada koridor strategis Gatsu Barat hingga Canggu.

Pendalaman tersebut dilakukan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa melalui audiensi lanjutan bersama PT Pendar Cahaya Nusantara selaku mitra Shanghai Tunnel Engineering Co. Singapore Pte Ltd (STECS) di Puspem Badung, Kamis (24/9/2026), untuk membahas aspek teknis, kapasitas, estimasi investasi, skema pembiayaan, hingga tahapan implementasi.

Koridor Gatsu Barat sampai Canggu mendapat perhatian khusus seiring pertumbuhan permukiman, ekonomi, dan pariwisata yang menekan kapasitas jalan permukaan. Bupati menegaskan bahwa keterbatasan ruang di Badung membutuhkan pendekatan infrastruktur yang adaptif terhadap tata ruang dan mobilitas jangka panjang.

Baca juga :  Luncurkan MyBlueBird 5, Ini 8 Fitur Terbarunya

“Pembangunan infrastruktur bawah tanah menjadi salah satu alternatif yang perlu kami kaji untuk meningkatkan kapasitas dan konektivitas tanpa melakukan intervensi lahan permukaan dalam skala besar, kita ingin menghubungkan jalur-jalur strategis seperti Canggu dengan infrastruktur bawah tanah yang ke depan dapat diintegrasikan dengan moda transportasi modern,” ucap Adi Arnawa.

Aspek konektivitas, kapasitas jaringan, keberlanjutan lingkungan, kebutuhan masyarakat, hingga efisiensi pembiayaan harus dihitung sejak tahap awal agar rencana ini ditempatkan dalam kerangka perencanaan transportasi, bukan semata proyek konstruksi.

Baca juga :  PHDI Bali: Jadikan Kearifan Lokal dan Bhisama Sebagai Norma Aplikatif

Di sisi lain, inovasi ini juga harus berjalan beriringan dengan prinsip kehati-hatian regulasi dan pengadaan. “Yang kita dorong adalah perencanaan yang matang, baik dari sisi teknis, efisiensi biaya, pembiayaan maupun regulasi pengadaannya, karena ini merupakan infrastruktur strategis, setiap tahapan harus dihitung secara komprehensif,” jelas Bupati Adi Arnawa.

Hasil pembahasan akan menjadi referensi penyusunan roadmap dan studi kelayakan untuk menilai kelayakan proyek dari aspek teknis, ekonomi, finansial, lingkungan, kelembagaan, serta kesesuaian peraturan perundang-undangan sebelum masuk tahapan berikutnya.

Baca juga :  Aplikasi E-Harmonisasi,Solusi Efisien dan Optimal dalam Harmonisasi Ranperda dan Raperkada

Dalam audiensi tersebut, tim STECS bersama PT Pendar Cahaya Nusantara memaparkan sejumlah alternatif konfigurasi satu hingga tiga terowongan menggunakan teknologi Tunnel Boring Machine yang masih akan dikaji berdasarkan karakteristik geologi, kedalaman, struktur tanah, dan keselamatan permukaan.

Audiensi yang turut dihadiri Sekda Badung I.B. Surya Suamba bersama jajaran kepala perangkat daerah terkait juga membahas alternatif skema pembiayaan termasuk penerapan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha yang memerlukan kajian kelayakan serta penyesuaian kemampuan fiskal daerah. Hb-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button