Gubernur Koster Pastikan Pariwisata Bali Berkualitas Sejalan dengan Pelestarian Alam
Gencarkan Kebijakan Pengurangan Sampah Plastik dan Penggunaan Produk Lokal

DENPASAR, MataDewata.com | Konsistensi kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan produk lokal kembali ditegaskan di berbagai forum strategis.
Di tengah upaya memperkuat transformasi Ekonomi Kerthi Bali, Gubernur Koster terus mengawal kebijakan nyata yang berpihak pada keberlanjutan alam dan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut tercermin dalam rangkaian kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang secara konsisten mengutamakan penggunaan produk pangan lokal dalam berbagai aktivitas pemerintahan maupun kemasyarakatan.
Mulai dari beras, sayuran, buah-buahan, ikan, hingga daging yang disajikan dalam jamuan resmi kepala daerah merupakan hasil langsung dari keringat para petani, nelayan, dan peternak lokal Bali.
Menurut Gubernur Koster, keberpihakan terhadap produk lokal bukan sekadar pilihan konsumsi semata, melainkan strategi fundamental untuk memperkuat perputaran rantai ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.
Dengan mengandalkan hasil bumi sendiri, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dan pembangunan daerah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.
Selain memperkuat sektor hulu perekonomian, Gubernur Koster juga menegaskan komitmen tanpa kompromi terhadap pelestarian lingkungan hidup di Pulau Dewata. Kebijakan pembatasan dan pengurangan sampah plastik secara masif, termasuk pembatasan peredaran produk minuman berkemasan plastik di bawah satu liter, terus diterapkan secara ketat.
Langkah tegas ini diambil guna menjaga kualitas lingkungan agar tetap bersih dan asri, yang menjadi fondasi utama dalam membangun pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan (quality tourism).
Komitmen kepemimpinan Gubernur Koster dalam mengintegrasikan pembangunan ekonomi kerakyatan, kedaulatan pangan, dan pelestarian lingkungan ini turut mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat, termasuk dari Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan.
Sinergi yang kuat antara kebijakan daerah dan nasional tersebut diyakini mampu menjaga marwah Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang berbudaya, mandiri, dan berwawasan lingkungan untuk generasi masa kini maupun masa depan. Hp-MD



