Nasional

Semangat Solidaritas Merdeka di Tengah Pandemi

Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

Penulis: Putu Suasta (Alumnus UGM dan Cornell University).

DENPASAR, MataDewata.com | Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI dua kali berturut-turut terasa meredup di tengah semangat merdeka dari pandemi Covid-19. Penyambutan terasa dalam suasana tidak merdeka (baca: tidak bebas).

Pembatasan berbagai aktivitas karena penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat, membuat suasana perayaan tidak bisa dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya yang gegap gempita.

Ucp/MD-H-RI-PG//16/2021/f1

Biasannya segala kemeriahan perayaan Hari Kemerdekaan tentu untuk membangkitkan semangat dalam balutan merawat semangat nasionalisme. Namun perayaan di tengah pandeni yang jauh dari kata meriah justru menjadi kesempatan lebih “Merdeka” dan nyata memupuk untuk menyuburkan semangat tersebut.

Penjawantahan rasa Nasionalisme tentu bisa dilakukan lebih mengkristal dakam mentauladani semangat patriotisme dari para pahlawan kemerdekaan. Dulu betani korbankan jiwa raga demi negeri tercinta, sementara di era kekinian diarahkan menumbuhkan semangat solidaritas sosial yang bisa dilakukan lebih merdeka.

Ik/MD-ITB-SB//2/2021/fm

Gerak masyarakat dibatasi Prokses sekalipun selalu membuka peluang untuk menciptakan berbagai kebaikan. Aksi sosial misalnya bisa dilalukan dengan membagikan nasi bungkus untuk mengurangi pengeluaran makan siang buruh kasar.

Hal lain seperti kondisi yang membuat kita lebih sering berada di rumah, menjadi kesempatan berbagai bagi pekerja pengantar paket dan makanan dengan memberi tip sedikit lebih besar. Sangat disadari, pembatasan pergerakan masyarakat tentu secara langsung membuat penghasilan mereka jauh menurun karena order yang sepi.

Nah tentu, kebaikan-kebaikan kecil jika dilakukan bersama dalam semangat solidaritas sosial di masa sulit ini akan berdampak besar membantu negeri. Segera pulih dari berbagai kesulitan akibat rongrongan pandemi Covid-19.

Ucp/MD-RI-RSPR//16/2021/f1

Disadari negara tidak mungkin mampu untuk menjangkau semua warga yang sangat rentan secara sosio-ekonomi di masa pandemi. Menjadikan momentum Hari Kemerdekaan lebih menggelorakan semangat solidaritas sosial sebagai wujud kokrit dari nasionalisme.

Momentum meredam ego di masa sulit serta tumbuhnya semangat nasionalisme akan membuat masayarakat lebih kompak untuk menangkal hal-hal yang merongrong kemerdekaan dan negara.

Di era perjuangan kemerdekaan, semangat itu bergelora karena adanya cita-cita bersama untuk merdeka. Menjadikan penjajah sebagai musuh bersama, sehingga para pendahulu kita mengesampingkan berbagai kepentingan golongan dan daerah. Mewujudkan sebuah bangsa yang padu melalui perjuangan bersama.

Ik/MD-PM-RSPR//19/2021/f1

Belajar dari sejarah, tentu pandemi ini mesti ditempatkan sebagai musuh bersama dan menjauhkan ego-ego pribadi atau kelompok. Kekompokkan untuk mengakhiri pandemi diharapkan akan menjauhkan bangsa dari kerugian besar dibandingkan akibat penjajah.

Kembali menjadi catatan terpenting, usaha meredam ego dan menumbuhkan rasa solidaritas bersama justru telah tumbuh sejak tahun lalu. Bujyinya akan midah ditenui melalui unggahan di media sosial atau media-media lainnya.

Sejak awal pandemi melanda negeri muncul berbagai inisiatif masyarakat untuk saling membantu sesama. Ikut terlibat (penulis) membantu masyarakat yang membutuhkan dalam aksi kecil memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ik/MD-WP-DJP//11/2021/fm

Ketika alat-alat pelindung diri mulai langka, muncul inisiatif warga untuk membagikan secara gratis masker, hand sanitizer bahkan pakaian hazmat bagi petugas medis karena negara kesulitan menyadiakannya.

Gelombang kedua serangan Covid-19 membuat rumah sakit-rumah sakit kehabisan stok tabung oksigen. Muncul insiatif-inisiatif meminjamkan secara gratis tabung oksigen dan juga pengisian ulang secara gratis. Juga menjadi catatan, banyak masyarakat menjadi relawan untuk membantu distribusi obat-obatan hingga menyediakan transportasi gratis ke rumah sakit bagi warga.

Ada segudang bentuk insiatif solidaritas sosial lainnua dari orang-orang baik selama pandemi yang tentu masih dibutuhkan. Ketika kemerdekaan terasa terhambat akibat berbagai pembatasan, kita selalu merdeka untuk bersolidaritas, untuk berbuat baik.

Semoga Semangat Kemerdekaan RI dalam aksi sosial.kemanusiaan ini senantiasa membuat seluruh anak bangsa tidak terlena dan hanya memikirkan diri dan keluarga sendiri. Selalu ingat, ada banyak cara dan jalan untuk berbuat baik.

Tanamkan dalam diri selalu merdeka melakukan kebaikan untuk bersolidaritas. Dirgahayu Indonesia, Merdeka!. PS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close