PC KMHDI Bangli Desak Pemerintah Turun Tangan Atasi Kelangkaan BBM

BANGLI, MataDewata.com | Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Bangli mendesak pemerintah dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan penyebab kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) serta mengambil langkah konkret dalam penanganannya.
Ketua PC KMHDI Bangli, I Dewa Agung Gede Agung Prawirananda Yasana Dananjaya (Gung Danan) melalui pernyataan organisasinya menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan kepastian terkait ketersediaan BBM. Kelangkaan ini dinilai berpotensi mengganggu mobilitas warga dan aktivitas ekonomi apabila tidak segera ditangani.
“Bali bukan hanya destinasi pariwisata dunia, tetapi juga rumah bagi masyarakat yang berhak mendapatkan kepastian dan pelayanan yang layak,” tegas Gung Danan, Rabu (14/10/2026).
Gung Danan menilai pemerintah perlu memastikan kelancaran distribusi BBM, membuka informasi secara transparan kepada publik, serta memberikan penjelasan mengenai kondisi pasokan dan langkah penanganannya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat boleh bersabar menghadapi situasi tersebut. Namun, kesabaran masyarakat harus diimbangi dengan tanggung jawab pemerintah untuk segera bertindak dan menghadirkan solusi nyata. “Masyarakat boleh bersabar, tetapi pemerintah tetap wajib bertindak,” tegasnya.
Karena itu, penanganan kelangkaan BBM tidak cukup hanya melalui imbauan. Pemerintah dan instansi terkait perlu melakukan pengecekan langsung di lapangan, mengevaluasi distribusi, serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Gangguan pasokan BBM juga berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap kegiatan sehari-hari dan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kepastian informasi dan langkah penanganan yang terukur menjadi hal penting untuk mencegah persoalan berlarut-larut.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga solidaritas dengan mengamalkan semangat Ajeg Bali dan nilai menyama braya. Nilai-nilai tersebut diharapkan diwujudkan melalui kepedulian, kebersamaan, serta keberanian menyampaikan kritik secara bertanggung jawab demi kepentingan bersama.
Menurut Gung Danan ditengah ketidakpastian kondisi di lapangan, pemerintah didesak untuk tidak berhenti pada imbauan normatif belaka. Kepemimpinan daerah dituntut membuktikan keberadaannya melalui eksekusi solusi konkret serta penanganan krisis secara bertanggung jawab di tengah masyarakat.
“Bali membutuhkan pemerintah yang hadir, tindakan nyata dan tanggung jawab dalam menyelesaikan persoalan masyarakat,” paparnya.
Kendati demikian, bagi PC KMHDI Bangli memandang bahwa persoalan kelangkaan BBM harus disikapi secara kekeluargaan dengan asas yang dijunjung tinggi umat Hindu untuk menjaga keharmonisan ditengah masyarakat.
“Ngiring Ajeg Bali, ngiring pererat menyama braya,” pungkasnya. On-MD



