Gubernur Wayan Koster Paparkan Agenda Besar Infrastruktur Bali di Senayan

Pengelolaan Sampah Menjadi Energi, Air Bersih hingga Mengawal Aspirasi Terbangunnya Jalan Lingkar hingga Tol Gilimanuk-Mengwi

JAKARTA, MataDewata.com | Gubernur Bali, Wayan Koster memaparkan agenda prioritas pembangunan infrastruktur strategis Bali dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perhubungan di Gedung DPR RI di Senayan, Rabu (8/4/2026).

Menyampaikan penegakan percepatan pembangunan infrastruktur Bali menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga daya saing pariwisata di Pulau Dewata sebagai salah satu destinasi utama pariwisata Indonesia.

Ditegaskan Wayan Koster, Bali merupakan tulang punggung pariwisata nasional dengan kontribusi devisa mencapai sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata Indonesia. โ€œBali harus diperkuat dengan infrastruktur strategis agar pariwisata berbasis budaya tetap berkualitas, bermartabat, dan berkelanjutan serta tidak tertinggal dari negara lain seperti Thailand dan Malaysia,โ€ tegas Koster.

Baca juga :  Ribuan Umat, Menko PMK dan Gubernur Koster Serukan Harmoni ditengah Kebisingan Global pada Dharma Santi Nyepi 1948

Salah satu program prioritas yang disampaikan adalah pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berkapasitas minimal 1.200 ton per hari yang dirancang menangani sampah kawasan Denpasar dan Badung. Perencaan mulai dibangun pada akhir Juni 2026 dan dua tahun kemudian harapannya sudah beroprasi.

Bentuk penguatan dari sistem pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu hingga hilir berbasis regulasi daerah. Selain penanganan sampah, Pemerintah Provinsi Bali juga menyiapkan penguatan sistem distribusi air bersih melalui pemanfaatan tiga sumber utama, yakni SPAM Telagawaja, Bendungan Sidan, dan Bendungan Titab. Ketiga sumber air tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung penyediaan air bersih bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan sektor pariwisata Bali mulai tahun 2027.

Baca juga :  Kurator PKB Tegaskan Tidak Ada Larangan Petruk untuk Tampil di Pesta Kesenian Bali

Di sektor energi, Pemprov Bali juga mendorong percepatan program Bali Mandiri Energi Bersih melalui pembangunan pembangkit listrik berbasis gas berkapasitas 1.550 MW serta pengembangan PLTS atap berkapasitas 500 MW yang dilaksanakan bersama PT PLN dan sektor swasta hingga tahun 2030.

Sementara pada sektor konektivitas darat, Koster mengusulkan percepatan pembangunan sejumlah proyek strategis yang dinilai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan, di antaranya pembangunan underpass Jimbaran, underpass Tohpati, underpass Pesanggaran, pembangunan jalan Gatot Subrotoโ€“Canggu, Sunset Roadโ€“Mahendradatta, serta konektivitas Pura Baturโ€“Pura Agung Besakih.

Baca juga :  Gempa 5,8 SR Guncang Pulau Dewata

Selain itu, pembangunan Shortcut Singarajaโ€“Mengwi titik 11 dan 12, Lingkar Bali Timur, Jembatan Nusa Lembonganโ€“Nusa Ceningan, Jalan Lingkar Nusa Penida, hingga Jembatan Payanganโ€“Bongkasa juga menjadi bagian dari usulan prioritas yang disampaikan kepada pemerintah pusat.

Wayan Koster juga menegaskan pentingnya kepastian keberlanjutan pembangunan proyek strategis nasional Tol Gilimanukโ€“Mengwi sebagai tulang punggung konektivitas Bali Barat menuju Bali Selatan. โ€œSeluruh program ini sangat mendesak untuk menjaga konektivitas wilayah dan meningkatkan daya saing Bali sebagai destinasi wisata dunia,โ€ pungkas Gubernur Wayan Koster. Hp-MD

MD Suteja

๐‘๐„๐ƒ๐€๐Š๐“๐”๐‘ ๐Œ๐€๐“๐€ ๐ƒ๐„๐–๐€๐“๐€

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button