Atasi Kemacetan Kuta Selatan, DPRD Badung Usulkan Jalan Lingkar Pinggir Mangrove Tanjung Benoa

Wayan Sukses Minta Jalur Alternatif Segera Dirancang

BADUNG, MataDewata.com | Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Sukses, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung untuk segera mempersiapkan solusi jangka panjang berupa pembangunan jalur alternatif guna mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas di Jalan Pratama, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan.

Jalur tersebut merupakan akses tunggal menuju kawasan pariwisata bahari Tanjung Benoa yang kerap mengalami penumpukan kendaraan, terutama saat musim liburan sekolah, Idulfitri, serta Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca juga :  Pemerintah Provinsi Bali Ikuti Penilaian Wawancara Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2024

Sorotan tersebut disampaikan politisi Partai Golkar asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kuta Selatan tersebut di Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Jumat (25/9/2026).

Di satu sisi, Wayan Sukses menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Pemkab Badung yang telah merespons aspirasi masyarakat dengan merealisasikan proyek pelebaran jalan serta penambahan fasilitas traffic light dari Dinas Perhubungan di Simpang Siligita, Nusa Dua, Desa Adat Bualu.

Baca juga :  Sekda Provinsi Bali Menerima Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI

Kendati proyek pelebaran Simpang Siligita di sebelah timur dan selatan kantor PDAM tersebut sangat membantu mengurai penumpukan kendaraan dan memperlancar mobilitas krama Desa Adat Bualu menuju Setra Gede saat upacara adat ngaben, persoalan di Jalan Pratama Nusa Dua dinilai tetap membutuhkan perhatian khusus.

Mengingat ketiadaan jalan lingkar alternatif, kawasan Tanjung Benoa sangat rentan mengalami kelumpuhan arus lalu lintas saat puncak musim liburan.

Baca juga :  Pimpin Apel Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Wagub Giri Prasta Ajak Generasi Bangsa Lanjutkan Perjuangan

Untuk mengantisipasi kemacetan yang berulang setiap tahun, Wayan Sukses mendorong eksekutif merancang pembangunan infrastruktur alternatif dengan memanfaatkan kawasan tepian mangrove Teluk Benoa.

Jalur alternatif tersebut dapat dirancang mulai dari kawasan Lapangan Lagoon hingga menembus Tanjung Benoa. “Kalau ini bisa terwujud, kemacetan di kawasan Pratama bisa teratasi,” tegas Wayan Sukses. Db-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button