Wayan Darmawan Dorong Polri Perkuat Integritas dan Pelayanan di Kepemimpinan Suyudi

JAKARTA, MataDewata.com | Aktivis muda Hindu yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) periode 2023–2025, I Wayan Darmawan mendorong Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar memperkuat Integritas dan Pelayanan di Kepemimpinan Suyudi.
Hal itu, disampaikan usai peralihan tampuk pimpinan tertinggi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Keputusan Komisi III DPR RI yang merestui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo menumbuhkan harapan besar akan transformasi institusi kepolisian yang kian profesional dan dekat dengan rakyat.
Darmawan meyakini bahwa rekam jejak mentereng yang dikantongi Jenderal Suyudi mulai dari memimpin BNN, Kapolda Banten, hingga Wakapolda Metro Jaya menjadi fondasi kokoh untuk membawa Polri menghadapi kompleksitas ancaman zaman yang kian dinamis.
“Tantangan kepolisian ke depan semakin kompleks seiring pesatnya teknologi dan meningkatnya kejahatan lintas negara. Dengan kapasitas kepemimpinan yang dimiliki Jenderal Suyudi, kita yakin Polri mampu menghadapi dinamika keamanan (kamtibmas) tersebut dengan pendekatan yang adaptif,” ujar Darmawan, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, ketangguhan institusi Polri di bawah komando baru ini akan sangat didorong oleh implementasi visi utama bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”. Oleh karena itu, ia memberikan catatan khusus agar pembenahan dimulai dari hulu melalui sistem meritokrasi yang transparan untuk mengembalikan citra bersih Polri.
“Penguatan sistem meritokrasi dalam tubuh Polri akan menutup celah bagi praktik-praktik non-prosedural seperti titipan atau transaksi jabatan. Rekrutmen dan pembinaan karier yang transparan berbasis rekam jejak akan melahirkan Bhayangkara-Bhayangkara terbaik,” kata Darmawan.
Sebagai langkah lanjutan, Darmawan turut mengapresiasi komitmen tegas kepemimpinan baru untuk mengikis habis kultur “No Viral, No Justice”. Standar pelayanan yang cepat, transparan, dan berkeadilan tanpa memandang bulu dinilai sebagai jawaban mutlak atas kerinduan publik terhadap keadilan yang merata.
“Pelayanan publik yang humanis dan tanggap tanpa harus menunggu sebuah kasus viral akan menghadirkan rasa aman yang objektif di tengah masyarakat. Slogan “Polisi Bersama Masyarakat” harus betul-betul diimplementasikan dan dirasakan dampaknya secara langsung oleh rakyat,” terangnya.
Selain itu, ia juga melayangkan pandangan positif terhadap rencana perampingan birokrasi di tingkat Mabes Polri. Pengalihan fokus daya dan energi secara maksimal ke level Polres dan Polsek dipandang sebagai langkah taktis yang sangat taktis dan tepat sasaran.
“Polres dan Polsek adalah ujung tombak pelayanan yang bersentuhan langsung dengan warga. Memperkuat lini terdepan ini berarti memperpendek jarak antara negara dan rakyat,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menilai langkah strategis ini tidak sekedar menjawab persoalan internal kepolisian, melainkan turut berkelindan dengan agenda besar negara. Visi Jenderal Suyudi dinilai selaras dan memberikan sokongan penuh terhadap menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto demi terciptanya Indonesia yang berdaulat, adil, dan aman.
Meski demikian, Darmawan mengingatkan bahwa sederet pekerjaan rumah (PR) besar telah menanti di depan mata. Mulai dari pemberantasan judi online, penanganan kejahatan siber (cybercrime), tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga peredaran gelap narkotika.
Seluruh tantangan tersebut, imbuhnya, mutlak membutuhkan akselerasi kapasitas sumber daya manusia, adopsi teknologi mutakhir, serta soliditas koordinasi lintas sektoral.
“Profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama. Kita semua berharap Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi terus melakukan pembenahan internal yang konsisten, menjaga integritas, serta selalu menempatkan kepentingan dan perlindungan masyarakat sebagai prioritas paling utama,” tutup Darmawan. On-MD



