Ekonomi

Pariwisata Masih Lesu, Bali Ditopang Sektor Pertanian dan Akmamin

Pariwisata Bali 2022 diproyeksikan membaik dibandingkan 2021 sejalan dengan penyelenggaraan sejumlah event internasional, dan pelonggaran kebijakan perjalanan. Kedatangan Wisman tahun 2022 diperkirakan mencapai 13,12% dibanding kondisi tahun 2019

DENPASAR, MataDewata.com | Ekonomi Bali telah menunjukkan fase pemulihan, namun dari sisi level pertumbuhan masih lebih rendah dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia. Hingga awal triwulan II 2022, jumlah wisatawan Nusantara (Wisnus) diprakirakan masih dominan, namun jumlah wisatawan mnqcanegara (Wisman) telah menunjukkan tren peningkatan seiring dengan adanya pembukaan direct flights dari luar negeri. Ditambah kebijakan pelonggaran PPLN (tanpa karantina, pemberlakuan VoA dan pemberian VEA bagi ASEAN).

“Sejak Februari hingga April 2022 sejumlah maskapai internasional telah membuka kembali rute penerbangan direct flight menuju Bali. Hingga 1 Mei 2022 terdapat 11 maskapai dengan total 15 rute penerbangan menuju Bali,” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho saat Rakor TPID Provinsi di Wiswa Sabha Pratama Kantor Gubernur, Selasa (26/4/2022).

Rakor yang dihadiri Sekda Bali Dewa Indra, Kepala BPS Bali serta TPID dari Kabupaten/Kota se-Bali antara lain membahas ketersediaan pangan, distribusinya dan keterjangkauan harga serta sejumlah komoditas penyebab inflasi. “Kita berharap tak terjadi lonjakan permintaan. Jadi harus dijaga ketersediaan dan kelancaran distribusinya agar sampai ke konsumen,” pesan Sekda Dewa Indra.

Trisno menjelaskan untuk kedatangan Wisman tahun 2022 ini baru mencapai 50 ribuan, sedangkan tahun 2019 sebanyak 6,25 juta. Sementara itu kedatangan Wisnu pada 2022 ini sudah mencapai 868 ribu, sedangkan tahun 2019 berjumlah 4,98 juta. Lanjut menjelaskan pertumbuhan ekonomi Bali di sebagian besar kabupaten, utamanya ditopang oleh sektor pertanian dan akomodasi, makanan dna minuman (Akmamin).

Ik-MD-PL-PLN//20/2022/f1

Pada triwulan IV 2021 tercatat tumbuh 0,51% (yoy), membaik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 2,93% (yoy). Sementara untuk tahun 2021, meski Bali masih terkontraksi sebesar 2,47% (yoy), namun masih lebih baik dari tahun sebelumnya yang terkontraksi 9,33% (yoy). Pemberlakuan lockdown di Cina dan perang Ukraina-Rusia diprediksi akan mempengaruhi pariwisata dan ekonomi dunia yang berdampak bagi Bali. Bs-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close