Ibu Muda dan Konstruksi Pengetahuan Pola Asuh Anak

BALI, MataDewata.com | Peringatan Hari Ibu menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali bagaimana peran ibu dikonstruksikan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Ibu muda merupakan kelompok yang memiliki peran strategis dalam pendidikan keluarga, khususnya dalam membentuk pola asuh anak sejak usia dini.

Konstruksi pengetahuan dan kekuasaan memaknai suatu kenyataan dalam hidup dalam dunia sosial yang memiliki pengaruh dari masing-masing dan mendorong perempuan menginginkan kebebasan dalam memilih sesuatu, dengan keterampilan yang dimiliki sehingga dapat menjalankan peran sebagai ibu dalam mengambil keputusan untuk anaknya.

Pengetahuan ibu muda tentang pengasuhan tidak hanya berasal dari tradisi keluarga, tetapi juga dari pengalaman pribadi, lingkungan sosial, serta informasi yang diperoleh melalui media digital. Kondisi ini membentuk cara pandang dan praktik pola asuh yang beragam.

Baca juga :  Terima Komite III DPD RI, Sekda Dewa Made Indra Sampaikan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bali Terus Meningkat

Pengetahuan mengenai pola asuh anak, bisa didapatkan melalui dari berbagai sumber seperti pihak pemerintah, pendidikan baik formal, non-formal, maupun informal serta dari masyarakat sekitar melalui adat budaya. Pemilihan pola asuh, disesuaikan dengan pengetahuan yang dimiliki agar tidak adanya penyesalan atas tindakannya.

Didukung oleh tokoh sosiologi yaitu Peter L. Berger dan Thomas Luckman dalam (Noname, 2020: 4) buku yang berjudul “Tafsir Sosial atas Kenyataan: Sebuah Risalah tentang Sosiologi Pengetahuan” yang menyatakan bahwa realitas merupakan hasil ciptaan manusia kreatif melalui kekuatan konstruksi sosial terhadap dunia disekelilingnya.

Baca juga :  Komitmen Perempuan Berdaya, Indonesia Raya Warnai Puncak Hari Ibu di Bali Diikuti Kader Perempuan PDI-P se-Nusantara

Artinya, manusia menginginkan kehidupannya berjalan dengan apa yang dimau, dan tidak keluar dari konteks hal kebahagiaan dalam hidup. Dalam konteks pendidikan, pola asuh yang diterapkan ibu muda sangat menentukan perkembangan karakter, kebiasaan belajar, dan kesiapan sosial anak.

Namun, derasnya arus informasi pengasuhan menuntut kemampuan literasi yang baik agar ibu muda mampu memilah pengetahuan yang sesuai dengan prinsip pendidikan dan perkembangan anak. Tanpa pendampingan dan edukasi yang memadai, pola asuh berisiko dibentuk oleh informasi yang tidak berbasis keilmuan.

Baca juga :  Terima Ketua Gereja Pantekosta di Indonesia Gianyar, Putu Parwata: Badung Adalah Kabupaten Pancasila

Dengan demikian penguatan pendidikan keluarga menjadi kebutuhan penting dalam mendukung ibu muda. Program edukasi pengasuhan, dukungan sosial, serta kebijakan yang berpihak pada keluarga akan membantu ibu muda membangun pola asuh yang sehat dan edukatif. Dengan konstruksi pengetahuan yang tepat, ibu muda dapat menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Hb-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button