RPJMN Baru dari Pusat, Proyek Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk Siap Dikebut

Sempat Diguncang Isu Pencoretan

DENPASAR, MataDewata.com | Setelah sempat diguncang isu pencoretan dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan Jalan Tol Mengwi–Gilimanuk akhirnya dipastikan tetap jalan. Kepastian itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang diteken Presiden.

Dalam daftar prioritas itu, Jalan Tol Mengwi–Gilimanuk berdiri tegak sebagai salah satu proyek kunci. Kabar ini sekaligus menepis kekhawatiran yang sempat merebak di Bali, setelah sebelumnya proyek ini dikabarkan terancam batal.

Baca juga :  Wagub Cok Ace Lepas Tim “Liputan Khusus” Jelajah Green Province 2022

Gubernur Bali Wayan Koster, yang sejak awal getol memperjuangkan proyek ini, menyambut positif langkah pemerintah pusat. Menurutnya, tol Mengwi-Gilimanuk bukan sekadar urat nadi baru bagi konektivitas Bali, tapi juga jalan pembuka pemerataan ekonomi Bali bagian barat yang selama ini tertinggal.

“Pembangunan ini penting untuk mempercepat konektivitas logistik dan pariwisata, sekaligus mengurangi ketimpangan antarwilayah di Bali,” ujar Koster dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Ngamongan Nebes Ratu Tapakan Desa Adat Sidan, Wagub Giri Prasta Pesankan Warga Tetap Saguyub Salunglung Sabayantaka

Tol sepanjang 96 Km ini nantinya akan memangkas waktu tempuh dari Pelabuhan Gilimanuk ke Denpasar secara signifikan, mengurangi beban jalan nasional, sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata baru di Bali Barat.

RPJMN 2025–2029 juga menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk segera menjabarkan proyek ini ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dengan begitu, tahapan konstruksi diharapkan bisa segera dipercepat. Hp-MD

Baca juga :  Bupati Giri Prasta Terima Penghargaan Bali Leader In Innovative Government

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button