Kantha Adnyana: Joged Porno Melecehkan Budaya Bali

DENPASAR, MataDewata.com | Video Joged yang dinilai porno belakangan ini kembali marak dibagikan di media sosial (Medsos) sehingga meresahkan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Aliansi Pemuda Hindu Bali di bawah koordinator Yayasan Jaringan Hindu Nusantara (YJHN) melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib.
Namun, laporan tersebut dicabut karena berbagai pertimbangan dan pelaku telah meminta secara langsung kepada publik melalui video dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak melakukan hal serupa.
Ketua YJHN, Wayan Kantha Adnyana, SH., menjelaskan bahwa video tersebut sengaja dibuat untuk menarik penonton. Namun sangat disayangkan karena melecehkan budaya Bali. Menurutnya konten pornografi tersebut bisa menghancurkan tatanan budaya di Pulau Dewata.
“Konten ini tujuannya adalah untuk menarik penonton jadi dengan melakukan melecehkan budaya yang kita yakini, yang kita sudah warisi. Banyak konten-konten ingin mencari suara ingin mencari masukan yang banyak melakukan hal-hal di luar nalar sehingga kami pun tidak terima karena kami sebagai pewaris budaya. Jadi kalau itu dihancurkan anak cucu kita mau pakai apa lagi ya karena itu perlu mempertahankan budaya itu,” jelas Kantha Adnyana saat ditemui di Denpasar, Senin (15/4/2024).
Lanjut Kantha Adnyana menegaskan bahwa video berupa Joged tersebut telah melangsungkan undang-undang dan mengorbankan budaya demi uang. Oleh karena itu dirinya berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang dan semua memiliki kewajiban untuk menjaga budaya Bali.

“Udah melanggar undang-undang pornografi, undang-undang IT mereka enggak sadar, mereka pikirannya adalah uang yang mengorbankan budaya. Kita wajib menjaga budaya, termasuk siapapun yang ada di Bali juga wajib,” tegasnya.
Adanya kejadian tersebut, dirinya berinisiatif untuk menyampaikan kepada pemerintah dan legislatif untuk membuat payung Hukum. Di sisi lain, dirinya juga berharap agar pemimpin terpilih nantinya bisa menjaga Bali.
“Makanya saya mau berinisiatif kepada DPRD Bali dan Gubernur Bali untuk membicarakan masalah ini harusnya membuat satu aturan landasan hukumnya, udah ada undang-undang itu sampaikan ke tingkat bawah. Mudah-mudahan pemimpin terpilih sekarang semoga bisa melindungi kami di Bali termasuk budaya dan adat istiadat Bali,” terangnya.
Selain itu, Wayan Kantha Adnyana juga mengingatkan bahwa Bali adalah daerah pariwisata yang tergantung pada budaya, menurutnya Budaya sangat berpengaruh terhadap pariwisata Bali. “Wajib karena kita di Bali budaya itu adalah aset ya, karena Bali daerah pariwisata kalau tanpa budaya enggak bisa. Kalau pemandangan di mana aja ada, jadi inilah yang menjadi budaya perlu karena bagi kami ini sangat penting untuk dilestarikan,” tutup Wayan Kantha. ON-MD