Harmony Award Harus Dibuktikan, Pemkab Tabanan Tegaskan Komitmen Jaga Keberagaman

Bupati Sanjaya Hadiri Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Vihara Dharma Cattra (Kong Co Bio)

TABANAN, MataDewata.com | Gemerlap lampion dan atraksi barongsai mewarnai suasana penuh kehangatan di kawasan vihara saat umat dan masyarakat bersama-sama menutup rangkaian perayaan Imlek 2026. Lebih dari sekadar perayaan budaya, momentum ini menjadi simbol kuatnya harmoni dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Tabanan.

Kehadiran Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dalam Perayaan Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh di Vihara Dharma Cattra (Kong Co Bio), Selasa (3/3/2026), menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam merawat harmoni di Bumi Lumbung Pangan Bali. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI, Anggota DPRD Provinsi Bali, jajaran DPRD Kabupaten Tabanan, Forkopimda, Sekda, kepala perangkat daerah terkait, serta umat dan masyarakat yang memadati area vihara.

Baca juga :  Wali Kota Jaya Negara Lepas Parade Nusantara Imlek Tahun 2025

Kedatangan Bupati Sanjaya disambut meriah dengan penampilan Barongsai Pusaka Cattra yang semakin menyemarakkan suasana. Rangkaian acara diawali dengan persembahyangan di altar vihara yang dipandu Biokong sebagai wujud bhakti dan ungkapan syukur, sekaligus doa bagi kedamaian bersama. Nuansa merah yang mendominasi serta deretan lampion yang menghiasi kawasan vihara menjadi simbol harapan, keberuntungan, dan optimisme menyongsong tahun baru.

Dalam sambutannya, Sanjaya menegaskan bahwa Kabupaten Tabanan yang telah dianugerahi Harmony Award memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga dan memperkuat kerukunan lintas agama, suku, dan budaya.

Baca juga :  Disdukcapil Kota Denpasar Gelar Sosialisasi Aktivasi IKD di Beberapa OPD

“Baik Pemerintah maupun Forkopimda selalu menekankan pentingnya menjaga kerukunan. Sehebat apa pun sebuah bangsa, tanpa kerukunan tidak akan pernah bisa menciptakan keberhasilan. Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani tidak akan bisa kita capai jika kita tidak rukun dan tidak harmonis,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembauran budaya yang semakin terbuka dalam tiga tahun terakhir menjadi bukti nyata kemajuan toleransi di Tabanan. Pemasangan lampion di berbagai sudut kota, menurutnya, merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi ekspresi budaya masyarakat Tionghoa.

Baca juga :  Wawali Arya Wibawa Serahkan 1.625 Bantuan Sembako TJSL BRI Denpasar

“Pembauran ini penting supaya kita benar-benar menjadi satu keluarga besar. Harmony Award bukan hanya ditempel di dinding, tetapi harus diimplementasikan dalam pembauran yang nyata,” imbuhnya.

Lebih lanjut ditegaskan, Pemerintah Kabupaten Tabanan memiliki komitmen kuat untuk menjaga dan merawat keberagaman sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Harmoni yang terjaga bukan hanya menjadi simbol toleransi, tetapi juga wujud nyata dari Visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Dengan kebersamaan yang kokoh, pemerintah optimistis Tabanan akan terus tumbuh sebagai daerah yang damai, inklusif, dan menjadi teladan kerukunan di Bali. tmc/piskp/Hb-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button