Bupati Gianyar Pimpin Apel Awal Bulan Maret

GIANYAR, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Apel Awal Bulan Maret yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Gianyar, Senin (2/3/2026) di Halaman Kantor Bupati Gianyar. Dalam arahannya, Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyampaikan refleksi capaian kinerja sekaligus evaluasi pembangunan pada awal periode kedua masa kepemimpinannya.
Mengawali sambutan, Bupati Mahayastra menyampaikan duka cita atas berpulangnya Bupati Gianyar periode 2003–2008 dan 2013–2018, Anak Agung Gde Agung Bharata. Atas nama Pemkab Gianyar dan seluruh masyarakat, Bupati Mahayastra menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan berbagai pondasi pembangunan yang telah ditorehkan, mulai dari penguatan desa adat hingga pembangunan infrastruktur.
“Beliau telah menorehkan banyak hal baik yang menjadi dasar pembangunan Gianyar hari ini. Kita semua tentu berduka, namun kematian adalah jalan terakhir yang tidak memiliki nomor urut. Karena itu mari kita siapkan bekal terbaik, bukan jabatan atau harta, melainkan amal bakti, perilaku baik, serta etika dalam bertutur termasuk bermedia sosial,” ujar Bupati Mahayastra.
Memasuki evaluasi kinerja, Bupati asal Payangan tersebut menegaskan pentingnya profesionalitas birokrasi melalui penyusunan kalender kerja harian dan kertas kerja yang terukur. Ia menekankan bahwa disiplin kehadiran harus selaras dengan hasil kerja nyata.
“Tidak ada artinya terlihat sibuk namun tanpa hasil. Program sebagus apa pun tidak akan berjalan tanpa eksekutor yang kuat dan disiplin. Karena itu saya minta setiap bidang memasang kertas kerja yang jelas. Apa yang dikerjakan, kapan dimulai, dan kapan selesai,” tegasnya.
Bupati Mahayastra juga menyoroti pengelolaan APBD Kabupaten Gianyar yang kini telah mencapai lebih dari Rp4,3 triliun. Angka tersebut, menurutnya adalah amanah besar yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
“Kita mengelola uang rakyat dalam jumlah besar. Jangan pernah berpikir menyalahgunakan walaupun kecil, karena jika dikalikan ribuan ASN, nilainya akan sangat besar,” tegasnya.
Dalam bidang pelayanan publik, Bupati memaparkan berbagai capaian, di antaranya bantuan kesehatan, pemberian beasiswa bagi ribuan lulusan SMA/SMK ke perguruan tinggi dan LPK, serta digitalisasi layanan berbasis aplikasi demi transparansi dan profesionalitas.
Ia juga mengapresiasi raihan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) oleh Rumah Sakit Umum Payangan, serta mendorong OPD lain untuk mempersiapkan diri menuju birokrasi yang melayani dan bebas korupsi.
Terkait pelayanan kesehatan, Bupati memastikan RSUD Sanjiwani akan menghadirkan layanan jantung terpadu dengan peralatan medis modern, sehingga masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk pemasangan ring atau tindakan by pass. Pelayanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada bulan November mendatang.
Menutup arahannya, Bupati menegaskan komitmennya untuk menuntaskan seluruh program yang telah tertuang dalam RPJMD secara terukur dan tepat waktu.
“Keberhasilan ini 70 persen karena dukungan saudara semua. Namun sebagai Bupati saya harus tetap tegas. Empat tahun ke depan kita harus tetap dalam mode kerja serius dan penuh konsentrasi. Jika pimpinan tidak kencang, birokrasi bisa kembali ke pola lama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan untuk mencari popularitas di media sosial, melainkan untuk meninggalkan karya nyata yang dapat dinikmati masyarakat.
Apel awal bulan Maret ini menjadi momentum penguatan komitmen seluruh ASN Kabupaten Gianyar untuk terus meningkatkan profesionalitas, integritas, dan semangat pengabdian demi terwujudnya Gianyar sebagai salah satu Kabupaten termaju di tingkat Nasional. Mengakhiri Apel awal bulan, Bupati Mahayastra juga menyerahkan penghargaan kepada 7 Atlet asal Gianyar peraih medali emas dalam ajang Sea Games Thailand. Hg-MD



